malangkab.go.id
MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Big Bad Wolf menyumbangkan 500 buah buku kepada Perpustakaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, yang baru saja berhasil mendapatkan penghargaan lomba Perpusdes tingkat Nasional. Misi Pemkab Malang dibawah arahan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna untuk menggiatkan membaca sejak dini dan akses buku yang luas bagi semua kalangan menjadi semangat Big Bad Wolf dalam mempelopori kegiatan ini.
Bantuan buku tersebut secara simbolis diberikan Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi kepada Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM mewakili Bupati Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (20/9) sore. Kegiatan donasi buku ini menjadi salah satu bagian dari gerakan untuk giat membaca yang selama ini digalakkan Big Bad Wolf di Indonesia. Globalisasi dan kesepakatan regional seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta derasnya arus informasi dari berbagai media, menuntut kesiapan generasi mendatang dalam menghadapinya.
''Semoga bantuan buku ini dapat dimanfaatkan semaksimalkan mungkin dan memberikan dampak positif kepada masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat Kabupaten Malang. Sekaligus mampu menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan Kabupaten Malang," terang Pak Sanusi, sapaan akrab Wabup Malang dalam sambutannya.
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jatim bersama Big Bad Wolf memiliki misi untuk mempersiapkan generasi muda khususnya di Jawa Timur dengan menggiatkan budaya membaca sejak dini. Kita perlu mempersiapkan generasi muda kita, terutama dengan derasnya arus informasi sekarang ini anak muda harus terliterasi dengan baik.
''Big Bad Wolf juga mencoba memperkenalkan bahasa pergaulan Internasional seperti Bahasa Inggris dan Mandarin, supaya generasi mendatang siap dengan persaingan global. Bazaar buku Big Bad Wolf hadir sebagai akses agar masyarakat mendapatkan buku yang menarik serta berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Sejak dulu buku telah terbukti sebagai media yang ampuh untuk mengasah daya pikir manusia” ujar Uli Silalahi dalam sambutannya.
Sementara itu, Senior Vice President Bank Mandiri Regional VIII / Jawa 3 Bank Mandiri menuturkan selain sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Bank Mandiri ke 20, keikutsertaan Bank Mandiri dalam perhelatan ini menunjukkan konsistensi perseroan dalam membangun budaya membaca serta memperkuat awareness masyarakat atas transaksi pembayaran secara non tunai.
"Melalui event ini, Bank Mandiri dan BBW Indonesia mempermudah akses terhadap buku – buku berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, kami sudah menyiapkan program diskon hingga 50% dengan fiestapoin, bonus voucher hingga 400 ribu dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit dan juga cicilan 0% hingga 6 bulan dengan menggunakan kartu kredit Bank Mandiri. Kami yakin, melalui event – event seperti ini Bank Mandiri dapat terus berkontribusi dalam membangun dan mewujudkan mimpi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melancarkan kegiatan bazaar buku nanti," terang Susatyo Anto.
Acara bazaar buku Big Bad Wolf pertama yang diadakan di Jakarta pada tahun 2016 telah mendapatkan sambutan dan antusiasme yang sangat besar dari masyarakat, yang dihadiri oleh lebih dari 350,000 pengunjung yang tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga dari Bandung, Semarang, Lampung dan Palembang. Dari sekian banyak genre buku, kategori yang paling banyak terjual merupakan koleksi buku anak-anak, referensi, arsitektur, hobi dan novel.
Untuk Bazaar Buku Big Bad Wolf Surabaya ini pun diharapkan dapat dihadiri oleh sekitar 400,000 pengunjung dari Surabaya dan kota-kota lain di sekitarnya. Berdasarkan data yang di dapat dari bazar buku Big Bad Wolf, mayoritas pengunjung yang datang adalah anak anak, siswa sekolah dan juga mahasiswa baik dari Jawa Timur maupun luar Jawa Timur. Pada jam pulang sekolah banyak pengunjung yang masih menggunakan seragam datang dengan antusias untuk berburu buku yang telah mereka incar. Tahun ini, bazzar digelar selama 12 hari di JX International, Surabaya, pada 27 September hingga 8 Oktober. (humas/poy)